Langsung ke konten utama

Beropini Bukan Menghakimi

sumber gambar : merdeka[dot]com
Opini merupakan pandangan subjektif seorang penulis terhadap sebuah fakta atau kejadian. Fakta atau kejadian yang disoroti biasanya merupakan hal yang aktual.

Beropini bisa dilakukan secara lisan maupun tulisan. Tulisan opini banyak disajikan di berbagai media, dari mulai daring hingga majalah dinding. Oleh karena itu, tulisan opini minimal harus memuat dua hal pokok yakni fakta/kejadian dan pandangan subjektif penulisnya.

Fakta atau kejadian bisa diambil dari media lain. Tentunya harus dipastikan bahwa fakta tersebut benar-benar ada dan terjadi, bukan berita dusta atau Hoax. Baik hoax yang dianggap menguntungkan maupun yang merugikan.

Selanjutnya, dalam menuangkan pandangan subjektif pun kita tentu harus berhati-hati. Jangan sampai terjebak pada aktifitas penghakiman. Karena yang dilakukan oleh penulis adalah beropini bukan menghakimi. Oleh karena itu, pandangan subjektif itu harus dibangun dengan argumentasi dan data. Bahkan, tata penulisan opini yang baik adalah opini yang mampu menggiring pembacanya untuk mengikuti alur pemikiran penulisnya.

Lalu bagaimanakah contoh kalimat yang menghakimi sebagaimana dimaksud dalam tulisan ini? Misalnya kalimat berikut,

"Pandangan terhadap syariah Islam secara ekstrim dan radikal telah membuat pengikutnya menjadi sangar."

Atau,

"Aborsi terjadi merata di setiap kota, semua terjadi karena liberalisme yang ditanamkan secara paksa."

Kalimat-kalimat seperti ini sebaiknya disajikan dengan data. Apakah benar demikian faktanya? Jangankan ada pula yang tak seperti demikian.

Untuk contoh pertama di atas, tentunya harus dilengkapi berapa banyak tindakan kekerasan yang terjadi karena pandangan keberagamaan. Lalu yang dimaksud dengan ekstrim dan radikal pun menjadi opini subjektif tersendiri. Begitu pula untuk contoh kedua, benarkah aborsi terjadi di setiap kota? Jangan-jangan ada kota yang tidak pernah terjadi aborsi. Daripada demikian, mendingan sajikan saja data tindakan aborsi per tahun yang terjadi di Indonesia.

Jadi, mari berlatih beropini tanpa menghakimi. Karena penulis muslim adalah bagian dari para du'at (para pendakwah) dan bukan qudhat (para hakim).

Wassalaam.
=Ary H.=
(Mentor kelas opini AMK)

Komentar

Populer di Blog Ini

Agar Cinta Menulis

Mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal yang sangat penting, begitulah pandangan keumuman kita. Bahkan, keahlian seseorang seringkali dihubungkan dengan kecintaannya pada suatu pekerjaan. Mencintai terlebih dulu pekerjaannya, barulah ada garansi untuk menjadi ahli karenanya. Dunia menulis pun tak luput dari pandangan tersebut. Untuk menjadi penulis, biasanya kita menghubungkannya dengan kecintaan seseorang terhadap aktifitas menulis. Misal, ketika seseorang suka menulis sedari kecil, disimpulkanlah bahwa ia berbakat menjadi seorang penulis. Benarkah mesti demikian adanya? Penulis tidak membantah adanya kesukaan seseorang terhadap menulis sedari kecil. Mungkin memang benar demikian adanya. Penulis pun tak menampik bahwa mencintai menulis adalah sesuatu yang penting. Karena, cinta menulis akan membuat kita enjoy bersamanya. Namun, penulis kurang setuju jika cinta menulis merupakan bakat bawaan sedari lahir. Sehingga, ia tak bisa disemai dan ditumbuhkan. Ada dua hal pokok yang b...

Mengawal Gerakan Literasi

sumber gambar : literasi[dot]jabarprov[dot]go[dot]id. Geliat aktifitas literasi dan kepenulisan generasi muslim belakangan ini memang begitu menggairahkan. Hal ini seolah memberikan banyak harapan dan angin segar kebangkitan. Apalagi dengan berbagai kemudahan fasilitas berkarya dan memublikasikannya. Geliat ini bukan sekedar isapan jempol. Karena sebuah tulisan, konon bisa memberikan pengaruh yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan sebuah ucapan. Sehingga sangatlah besar ekspektasi terhadapnya; geliat kepenulisan generasi muslim akan menghantarkan pada geliat kebangkitan Islam.    Sebagaimana aktifitas membaca, sebenarnya aktifitas menulis tidaklah akan menghantarkan pada kebangkitan masyarakat. Karena pada hakikatnya, membaca dan menulis hanyalah bagian dari sarana penyerapan dan penyampaian informasi. Informasi tersebutlah yang akan disimpan sebagai pemikiran di dalam otak kemudian pandangan hidup (aqidah) yang dimiliki setiap insan akan menentukan apakah pe...

Langkah Praktis Menulis Via Blog Mulai dari Nol

Rekan-rekan semua, berikut akan saya paparkan bagaimana tips praktis membuat blog dengan blogger. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut : Bagi yang belum punya email, masuk ke  www.gmail.com Pilih  Buat akun   Isi formulir pada tampilan berikut dan ikuti langkah sampai konfirmasi bahwa email sudah aktif.   Jika email sudah aktif, silahkan masuk ke  www.blogger.com Klik  Tambahkan Akun  pada tampilan berikut : Setelah muncul tampilan di bawah ini,  Masukkan email rekan-rekan semua, sebagai contoh saya masukkan email saya ary.smknkadipaten@gmail.com, klik berikutnya, lalu isikan password email rekan-rekan semua. Pilih Buat Profil Google+ lalu ikuti langkah selanjutnya (saya sarankan memakai identitas sesuai KTP, karena kita sedang membuat kartu nama di dunia maya). Sampai muncul seperti di bawah ini atau yang semisalnya (mungkin tampilan berbeda-beda tergantung lengkapnya langkah yang diambil). Lalu, pilih  Lanjutk...

Total Tayangan