#Penulis #Status
"Setiap orang bisa menjadi penulis," ucap seorang penulis meyakinkan.
"Iya, setiap orang bisa menjadi penulis seperti aku. Penulis status," ujarku di dalam hati.
Entah aku itu siapa, bisa jadi saya dan anda. Hanya saja yang perlu kita ingat bahwa menulis itu hanya sekedar predikat. Ia membutuhkan subjek sebagai pelakunya. Sedangkan subjek tidaklah bergerak terkecuali karena pilihan dirinya.
Puluhan, ratusan bahkan ribuan motivasi hanyalah faktor eksternal yang bisa bermanfaat atau tidak. Tergantung bagaimana respon orang yang menerimanya. Bahkan tak hanya itu, motivasi diri sendiri pun tetap tak berguna jika tak ada aksi.
Semisal ketika saya menuliskan bahwa "Saya menulis 1 buah buku dalam setiap bulan." Tulisan tersebut hanya akan menjadi sebuah ilusi jika tak disertai dengan aksi.
Apalagi jika motivasi itu langsung dibantah di dalam hati. InsyaAllah, ia tak akan berbekas sama sekali. Selain kita akan semakin tertarik untuk diam dan diam menjadi penonton kesuksesan orang-orang.
Andaikan pun harus diawali dari seorang penulis status. Memangnya kenapa? Bukankah seorang pelari tercepat di dunia pun memulai dirinya dengan belajar merangkak? InsyaAllah, semuanya berproses.
Hanya saja, tentunya kita mesti memiliki target dan tujuan. Untuk apakah status kita itu dituliskan? Apakah sekedar candaan, curhatan atau menyebarkan kebaikan?
Saya percaya, selama yang ditulis oleh seorang penulis status itu untuk menyebarkan kebaikan, tulisannya tidak akan pernah menjadi sampah. Ia ibarat sedang menyemai benih, dan suatu saat nanti ia pasti akan menuai hasilnya.
Bismillah!
= Ary H. =
(Pengelola FP Mudah Nulis)
#AkademiMenulisKreatif
#PenulisBelaIslam
"Setiap orang bisa menjadi penulis," ucap seorang penulis meyakinkan.
"Iya, setiap orang bisa menjadi penulis seperti aku. Penulis status," ujarku di dalam hati.
Entah aku itu siapa, bisa jadi saya dan anda. Hanya saja yang perlu kita ingat bahwa menulis itu hanya sekedar predikat. Ia membutuhkan subjek sebagai pelakunya. Sedangkan subjek tidaklah bergerak terkecuali karena pilihan dirinya.
Puluhan, ratusan bahkan ribuan motivasi hanyalah faktor eksternal yang bisa bermanfaat atau tidak. Tergantung bagaimana respon orang yang menerimanya. Bahkan tak hanya itu, motivasi diri sendiri pun tetap tak berguna jika tak ada aksi.
Semisal ketika saya menuliskan bahwa "Saya menulis 1 buah buku dalam setiap bulan." Tulisan tersebut hanya akan menjadi sebuah ilusi jika tak disertai dengan aksi.
Apalagi jika motivasi itu langsung dibantah di dalam hati. InsyaAllah, ia tak akan berbekas sama sekali. Selain kita akan semakin tertarik untuk diam dan diam menjadi penonton kesuksesan orang-orang.
Andaikan pun harus diawali dari seorang penulis status. Memangnya kenapa? Bukankah seorang pelari tercepat di dunia pun memulai dirinya dengan belajar merangkak? InsyaAllah, semuanya berproses.
Hanya saja, tentunya kita mesti memiliki target dan tujuan. Untuk apakah status kita itu dituliskan? Apakah sekedar candaan, curhatan atau menyebarkan kebaikan?
Saya percaya, selama yang ditulis oleh seorang penulis status itu untuk menyebarkan kebaikan, tulisannya tidak akan pernah menjadi sampah. Ia ibarat sedang menyemai benih, dan suatu saat nanti ia pasti akan menuai hasilnya.
Bismillah!
= Ary H. =
(Pengelola FP Mudah Nulis)
#AkademiMenulisKreatif
#PenulisBelaIslam
Komentar
Posting Komentar