Di bulan Ramadhan ini, pastinya berkali-kali dan tidak hanya sekali kita akan mendengarkan penjelasan ayat tentang kewajiban shaum. Biasanya, berkali-kali pula kita akan mendengar nasihat dan peringatan dari para penceramah, "Hai, orang-orang yang beriman! Yang tidak beriman tidak hai!"
Bukan sekedar candaan. Apa yang disampaikan para da'i dan penceramah memang demikian adanya. Ayat yang dimulai dengan frasa
"ياأيها الذين أمنوا"
memang diperuntukkan hanya bagi orang beriman saja. Sabab taklif nya adalah keimanan. Oleh karena itu, Allah Swt tidak memberikan taklif tersebut kepada org kafir. Tidak diperintah dengan taklif pada ayat tersebut terkecuali orang-orang yang mereka telah beriman saja.
Selama seorang hamba beriman, maka gerak dan diamnya dia dalam kehidupan berada pada jaminan Rabb-nya. Oleh karena itu, Allah Swt mewahyukan untuknya manhaj kehidupan (pandangan hidup serta jalan hidup). Adapun orang kafir, tidak diberikan taklif apapun terhadap mereka. Inilah kasih sayang Allah, spesial dan khusus terhadap orang yang beriman.
Merasakah kita sebagai orang yang beriman kalau kita diperlakukan spesial oleh Allah Swt?
Oleh karena itu, Ibnu Mas'ud r.a. berkata, "Jika kamu mendengar Allah Swt berfirman (ياأيها الذين آمنوا) maka tajamkanlah pendengaranmu! (Perhatikanlah!) Karena sesungguhnya ayat tersebut berisi kebaikan yang diperintahkan atau keburukan yang dilarang."
Dan ternyata kita menemukan banyak sekali ayat di dalam Al Quran yang dimulai dengan frasa (ياأيها الذين آمنوا). Bukan hanya ayat tentang shaum semata.
Sehingga, sungguh kerugian yang besar bagi kita jika jalan hidup yang Allah Swt berikan khusus untuk orang beriman. Kasih sayang Allah yang spesial untuk orang beriman. Yang sama sekali tidak diberikan oleh Allah Swt kepada org kafir, tidak kita sambut sepenuh hati sebagaimana kita menyambut ayat tentang kewajiban shaum.
Ada 88 ayat pada 20 surat yang berbeda di dalam Al Quran yang dimulai dengan frasa (ياأيها الذين آمنوا)
Misal, dalam QS. Al Baqoroh saja, terdapat 11 ayat yang dimulai dengan frasa tersebut (salah satunya ayat tentang kewajiban shaum).
Sebagaimana pesan shahabat Ibnu Mas'ud r.a., mari kita tajamkan pendengaran kita dan tingkatkan perhatian kita dengan benar-benar seksama, apa sajakah kebaikan yg diperintahkan dan keburukan yg dilarang pada ayat-ayat tersebut.
Wallohulmuwafiq ila aqwamiththoriq. (AH).
Komentar
Posting Komentar