Langsung ke konten utama

Antara Kita dan Mantan Tukang Sihir Fir'aun

Di antara kisah yang paling banyak diceritakan di dalam Al Quran adalah kisah Nabi Musa a.s. Dan tentunya banyak sekali pelajaran yang bisa diambil darinya. Salah satu kisah yang sangat berkesan ketika kita hubungkan dengan keimanan, ketaatan dan pengorbanan adalah kisah para mantan tukang sihir Fir'aun. Hal ini dikisahkan oleh Allah Swt dalam QS. Thaha : 57-76

Para tukang sihir Fir'aun segera beriman tatkala menyaksikan secara langsung mukjizat Nabi Musa a.s.

فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ هَٰرُونَ وَمُوسَىٰ

"Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami telah beriman kepada Tuhan Harun dan Musa". (TQS. Thaha : 70)

Mereka langsung merasa lemah tak berdaya tatkala disajikan tanda-tanda kekuasaan Allah Swt melalui tongkat Nabi Musa a.s., yang telah membuat sihir-sihir mereka tak berguna. Tongkat yang seketika berubah menjadi ular besar, langsung memangsa ular-ular hasil sihir mereka.

Fir'aun pun tidak tinggal diam, ia mengancam mereka dengan hukuman yang sangat sadis. Ia berjanji akan memotong tangan dan kaki mereka secara silang, lalu akan menyalib mereka di pangkal pohon kurma.

قَالَ ءَامَنتُمْ لَهُۥ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِى عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحْرَ ۖ فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَٰفٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِى جُذُوعِ ٱلنَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَآ أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَىٰ

"Berkatalah Fir'aun: "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya". (TQS. Thaha : 71)

Bukannya gentar dan gemetar, para mantan tukang sihir tersebut menjawab ancaman Fir'aun dengan mantap serta teguh pendirian :

"Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata, yang telah datang kepada kami dari Tuhan yang telah menciptakan kami.

Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan!

Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.

Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yg telah kamu paksakan kepada kami utk melakukannya.

Dan Allah lebih baik pahala-Nya serta lebih kekal azab-Nya."

Mantan tukang sihir Fir'aun yang langsung beriman, seketika itu pula mereka siap mengorbankan nyawa mereka demi keimanannya. Sungguh keimanan yang menancap kuat dan tak tergoyahkan.

Peristiwa ini hendaknya menjadi ibrah yang sangat berharga. Ketika kita meraba diri, bagaimanakah dengan kita?

Berbagai bukti kekuasaan Allah sudah banyak nampak di hadapan kita. Bahkan mukjizat Rasulullah Saw, yakni Al Quran, masih di hadapan kita hingga saat ini. Kita pun sudah berislam sedari kecil.

Tetapi mengapa, ketika dihadapkan dengan perintah shaum saja, kita masih banyak berdebat tentang siapa yang harus dihormat, yang taat ataukah yang maksiat. Ketika dihadapkan dengan larangan pacaran, kita masih acuhkan hanya demi cinta yang buta dan syahwat yang membara. Ketika dihadapkan dengan perintah dakwah, kita masih berkilah bahwa itu hanya tugas muballigh dan muballighah. 

Begitupun ketika dihadapkan dengan larangan riba, kita masih merana seolah tak bisa hidup tanpanya, serta demikian pula sikap kita terhadap perintah dan larangan Allah Swt yang lainnya. Padahal, semua itu masih sangat jauh dari berkorban nyawa.

Mengapa keimanan kita 'kalah jauh' dibandingkan para mantan tukang sihir Fir'aun?

Astaghfirullohal 'adziim. Ya..Allah, istiqomahkanlah kami dalam keimanan dan pengorbanan. Aamiiin. (AH)

Komentar

Populer di Blog Ini

Agar Cinta Menulis

Mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal yang sangat penting, begitulah pandangan keumuman kita. Bahkan, keahlian seseorang seringkali dihubungkan dengan kecintaannya pada suatu pekerjaan. Mencintai terlebih dulu pekerjaannya, barulah ada garansi untuk menjadi ahli karenanya. Dunia menulis pun tak luput dari pandangan tersebut. Untuk menjadi penulis, biasanya kita menghubungkannya dengan kecintaan seseorang terhadap aktifitas menulis. Misal, ketika seseorang suka menulis sedari kecil, disimpulkanlah bahwa ia berbakat menjadi seorang penulis. Benarkah mesti demikian adanya? Penulis tidak membantah adanya kesukaan seseorang terhadap menulis sedari kecil. Mungkin memang benar demikian adanya. Penulis pun tak menampik bahwa mencintai menulis adalah sesuatu yang penting. Karena, cinta menulis akan membuat kita enjoy bersamanya. Namun, penulis kurang setuju jika cinta menulis merupakan bakat bawaan sedari lahir. Sehingga, ia tak bisa disemai dan ditumbuhkan. Ada dua hal pokok yang b...

Mengawal Gerakan Literasi

sumber gambar : literasi[dot]jabarprov[dot]go[dot]id. Geliat aktifitas literasi dan kepenulisan generasi muslim belakangan ini memang begitu menggairahkan. Hal ini seolah memberikan banyak harapan dan angin segar kebangkitan. Apalagi dengan berbagai kemudahan fasilitas berkarya dan memublikasikannya. Geliat ini bukan sekedar isapan jempol. Karena sebuah tulisan, konon bisa memberikan pengaruh yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan sebuah ucapan. Sehingga sangatlah besar ekspektasi terhadapnya; geliat kepenulisan generasi muslim akan menghantarkan pada geliat kebangkitan Islam.    Sebagaimana aktifitas membaca, sebenarnya aktifitas menulis tidaklah akan menghantarkan pada kebangkitan masyarakat. Karena pada hakikatnya, membaca dan menulis hanyalah bagian dari sarana penyerapan dan penyampaian informasi. Informasi tersebutlah yang akan disimpan sebagai pemikiran di dalam otak kemudian pandangan hidup (aqidah) yang dimiliki setiap insan akan menentukan apakah pe...

Langkah Praktis Menulis Via Blog Mulai dari Nol

Rekan-rekan semua, berikut akan saya paparkan bagaimana tips praktis membuat blog dengan blogger. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut : Bagi yang belum punya email, masuk ke  www.gmail.com Pilih  Buat akun   Isi formulir pada tampilan berikut dan ikuti langkah sampai konfirmasi bahwa email sudah aktif.   Jika email sudah aktif, silahkan masuk ke  www.blogger.com Klik  Tambahkan Akun  pada tampilan berikut : Setelah muncul tampilan di bawah ini,  Masukkan email rekan-rekan semua, sebagai contoh saya masukkan email saya ary.smknkadipaten@gmail.com, klik berikutnya, lalu isikan password email rekan-rekan semua. Pilih Buat Profil Google+ lalu ikuti langkah selanjutnya (saya sarankan memakai identitas sesuai KTP, karena kita sedang membuat kartu nama di dunia maya). Sampai muncul seperti di bawah ini atau yang semisalnya (mungkin tampilan berbeda-beda tergantung lengkapnya langkah yang diambil). Lalu, pilih  Lanjutk...

Total Tayangan