Langsung ke konten utama

SAMBUT RAMADHAN, WUJUDKAN KETAQWAAN HAKIKI

(Kultum Ramadhan hari ke-1)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِي وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.

Jamaah yang dirahmati Allah...

Tak terasa kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Nabi Saw menyebut Ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan (syahrun mubarakun).

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَا مُهُ فِيهِ تُفْتَحُ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَتُغْلَقُ أَبْوَابُ الجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِينُ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرُ هَا فَقَدْ حُرِمَ

_"Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan keberkahan. Allah telah mewajibkan kalian shaum di dalamnya. Di bulan itu pintu-pintu surga di buka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di bulan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebajikan pada malam itu, berarti diharamkan baginya segala rupa kebajikan"._ (H.R. Ahmad, An-Nasa'i, dan Al-Baihaqi, dari Abu Hurairah).

Maka sungguh rugi, orang yang menyia-nyiakan bulan yang agung ini, sebagaimana sabda Nabi Saw:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَى وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

_"Sungguh rugi seseorang yang ketika (nama)ku disebut di sampingya tetapi dia tidak bershalawat atasku. Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan lalu Ramadhan berlalu darinya sebelum dosa-dosanya tidak diampuni."_ (HR Tirmidzi)

Jamaah yang dirahmati Allah..

Maka, bulan Ramadhan merupakan kesempatan berharga yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang beriman kepada Allah dan ingin meraih ridha-Nya. Sehingga kaum Muslimin sudah seharusnya menyambut tamu agung tersebut dengan sebaik-baiknya. Imam Ibnu Rajab menyebutkan. "Bagaimana mungkin orang yang beriman tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin orang yang pernah berbuat dosa dan ingin bertobat serta kembali kepada Allah Ta'ala tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka? Dan bagaimana mungkin orang yang berakal tidak gembira ketika para setan dibelenggu?"

Oleh karena itu, jangan sampai kesempatan Ramadhan ini berlalu sia-sia. Raih keutamaan Ramadhan yakni dilipatgandakan pahala amal shaleh dengan sungguh- sungguh. Perbanyak amal ibadah dengan agenda-agenda yang telah tersusun. Apakah tadarrus al-Qur'an, shalat sunnah, shadaqah, zakat, i'tikaf, qiyamul lail, amar makruf nahi mungkar dan aktivitas taqarrub lainnya. Ingat, Allah SWT mencintai hamba-hambaNya yang bertaqarrub kepada-Nya, terlebih lagi di bulan Ramadhan. Dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman: _"Dan tidaklah hambaku bertaqarub kepadaku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku fardhukan atasnya, dan hambaku terus bertaqarrub kepadaku dengan amal-amal nawafil hingga Aku mencintainya..."_ (HR al-Bukhari, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).

Hadits ini menjelaskan bagaimana taqarrub yang lebih disukai oleh Allah, yaitu dengan melaksanakan apa yang diwajibkan dan melengkapinya dengan amalan- amalan sunnah. Tentu, amal-amal fardhu harus diprioritaskan. Ibn Hajar al-'Ashqalani menyatakan di Fath al-Bârî, sebagian ulama besar mengatakan bahwa "Siapa yang fardhu lebih menyibukkan dia dari nafilah (amalan sunnah) maka dimaafkan, sebaliknya siapa yang nafilah menyibukkan dia dari amal fardhu maka dia telah tertipu".

Jamaah yang dirahmati Allah.....

Hikmah diwajibkannya kita berpuasa adalah agar kalian bertakwa. Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi di dalam Aysar at-Tafâsir menjelaskan makna firman Allah SWT "la'allakum tattaqûn" yakni agar dengan puasa itu Allah mempersiapkan kalian untuk takwa yaitu melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT (Al-Jazairi, Aysar at-Tafâsîr. 1/80).

Melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya itu dilaksanakan karena kesadaran jiwa dan akal. Maka pelaksanaannya memerlukan pengetahuan syar'iy akan halal dan haram. Karenanya, takwa bisa juga dimaknai sebagai kesadaran akal dan jiwa serta pengetahuan syar'i terhadap wajibnya mengambil halal dan haram sebagai standar bagi seluruh aktivitas lalu merealisasikannya secara praktis ('amali) di dalam kehidupan.

Oleh karena itu, seharusnya pasca Ramadhan nanti, akan lahir manusia-manusia baru. keluarga-keluarga baru, dan masyarakat baru yang bertakwa kepada Allah SWT. mengamalkan ajaran Islam, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bukankah ketakwaan yang diperintahkan oleh Allah tidak hanya bersifat individual? Apa maknanya pribadi baik tapi hidup dalam masyarakat yang mengingkari syariah Allah SWT?

Walhasil, semoga Ramadhan ini menjadi pemicu bagi kita kaum Muslim mewujudkan ketakwaan hakiki, yakni menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan: individu, keluarga, masyarakat, dan negara. Inilah wujud keimanan dan ketakwaan yang sebenarnya.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقُوا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

_"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."_ (QS. Al-A'raf: 96)

Semoga Ramadhan kali ini menjadi pintu terbukanya keberkahan bagi negeri ini. Aamiin.

Sumber: www.seruanmasjid.com

Komentar

Populer di Blog Ini

Agar Cinta Menulis

Mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal yang sangat penting, begitulah pandangan keumuman kita. Bahkan, keahlian seseorang seringkali dihubungkan dengan kecintaannya pada suatu pekerjaan. Mencintai terlebih dulu pekerjaannya, barulah ada garansi untuk menjadi ahli karenanya. Dunia menulis pun tak luput dari pandangan tersebut. Untuk menjadi penulis, biasanya kita menghubungkannya dengan kecintaan seseorang terhadap aktifitas menulis. Misal, ketika seseorang suka menulis sedari kecil, disimpulkanlah bahwa ia berbakat menjadi seorang penulis. Benarkah mesti demikian adanya? Penulis tidak membantah adanya kesukaan seseorang terhadap menulis sedari kecil. Mungkin memang benar demikian adanya. Penulis pun tak menampik bahwa mencintai menulis adalah sesuatu yang penting. Karena, cinta menulis akan membuat kita enjoy bersamanya. Namun, penulis kurang setuju jika cinta menulis merupakan bakat bawaan sedari lahir. Sehingga, ia tak bisa disemai dan ditumbuhkan. Ada dua hal pokok yang b...

Mengawal Gerakan Literasi

sumber gambar : literasi[dot]jabarprov[dot]go[dot]id. Geliat aktifitas literasi dan kepenulisan generasi muslim belakangan ini memang begitu menggairahkan. Hal ini seolah memberikan banyak harapan dan angin segar kebangkitan. Apalagi dengan berbagai kemudahan fasilitas berkarya dan memublikasikannya. Geliat ini bukan sekedar isapan jempol. Karena sebuah tulisan, konon bisa memberikan pengaruh yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan sebuah ucapan. Sehingga sangatlah besar ekspektasi terhadapnya; geliat kepenulisan generasi muslim akan menghantarkan pada geliat kebangkitan Islam.    Sebagaimana aktifitas membaca, sebenarnya aktifitas menulis tidaklah akan menghantarkan pada kebangkitan masyarakat. Karena pada hakikatnya, membaca dan menulis hanyalah bagian dari sarana penyerapan dan penyampaian informasi. Informasi tersebutlah yang akan disimpan sebagai pemikiran di dalam otak kemudian pandangan hidup (aqidah) yang dimiliki setiap insan akan menentukan apakah pe...

Langkah Praktis Menulis Via Blog Mulai dari Nol

Rekan-rekan semua, berikut akan saya paparkan bagaimana tips praktis membuat blog dengan blogger. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut : Bagi yang belum punya email, masuk ke  www.gmail.com Pilih  Buat akun   Isi formulir pada tampilan berikut dan ikuti langkah sampai konfirmasi bahwa email sudah aktif.   Jika email sudah aktif, silahkan masuk ke  www.blogger.com Klik  Tambahkan Akun  pada tampilan berikut : Setelah muncul tampilan di bawah ini,  Masukkan email rekan-rekan semua, sebagai contoh saya masukkan email saya ary.smknkadipaten@gmail.com, klik berikutnya, lalu isikan password email rekan-rekan semua. Pilih Buat Profil Google+ lalu ikuti langkah selanjutnya (saya sarankan memakai identitas sesuai KTP, karena kita sedang membuat kartu nama di dunia maya). Sampai muncul seperti di bawah ini atau yang semisalnya (mungkin tampilan berbeda-beda tergantung lengkapnya langkah yang diambil). Lalu, pilih  Lanjutk...

Total Tayangan