Rasulullah Saw bersabda," Tidaklah dilahirkan seorang anak terkecuali dlm keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanya yg membuatnya menjadi yahudi, nasrani atau majusi. Sebagaimana hewan yang dilahirkan dalam keadaan sehat, apakah kalian merasakan adanya cacat?” Kemudian Abu Hurairah berkata, “Jika kalian ingin bacalah (firman Allah azza wajalla), ‘Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah tersebut. Tidak ada perubahan pada penciptaan Allah (Q.S. al-Rūm: 30)."(HR. Bukhari no. 1358, HR. Muslim no. 2658)
Makna Fitrah di dalam hadits ini adalah Islam. Dan makna jam'a-u adalah selamatnya seluruh anggota badan secara sempurna. Sedangkan jad'a-un adalah terpotongnya telinga atau bagian anggota tubuh lainnya.
Faidah Hadits:
- Setiap anak dilahirkan di atas fitrah Islam.
- Kedua orang tua berpengaruh kuat terhadap agama anaknya.
- Kedua orang tua berpengaruh kuat, baik positif maupun negatif, terhadap anggota keluarganya.
- Anak terpengaruh oleh apa yang berasal dari orang tuanya, berupa adat kebiasaan serta akhlaqnya.
- Hadits ini mengandung gaya bahasa permisalan untuk membantu pendekatan pemahaman bagi yang mempelajarinya.
- Betapa pentingnya anak kecil tumbuh di atas pemahaman Islam.
- Ulama bersepakat bahwa anak-anak muslim yang mati termasuk ahli surga karena belum mukallaf (kena taklif hukum). Imam nawawi, imam Ahmad dsb sepakat berpendapat demikian.
- Adapun mengenai anak-anak musyrik, para ulama berbeda pendapat. (Menurut penjelasan penulis kitab) Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad al Huwathan, kebanyakan ahli ilmu berpendapat anak2 tsb termasuk ahli surga. Sebagian kecil berpendapat mereka termasuk ahli neraka sebagaimana org tua mereka. Sebagian lagi berpendapat, mereka kelak menjadi pembantu para penduduk surga. Sedangkan pendapat yang kuat menurut penulis kitab adalah bahwa anak2 kafir yg mati sewaktu kecil akan diuji diakhirat kelak. Maka barangsiapa yang taat kepada Allah akan menjadi ahli surga dan yang menentang Allah akan menjadi ahli neraka. Rasulullah Saw bersabda, "Allah lebih mengetahui apa yang akan mereka perbuat." (hr. Bukhari dan muslim)
Wallahu a'lamu bishshawwaab.
================================================
Sumber : al 'Arba'una al Jiyad fi Tarbiyati al-Aulad, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad al Huwaithan

Komentar
Posting Komentar