Awal dan Akhir Hidayah
Jika Anda bertanya, "Apakah awal hidayah itu, supaya aku mencobanya sendiri?"
Ketahuilah! bahwa awal hidayah itu adalah ketaqwaan secara zhahir dan akhirnya adalah ketaqwaan secara batin. Tidak ada akibat yang baik kecuali dengan ketaqwaan dan tidak ada hidayah kecuali bagi orang-orang yang bertaqwa.
Taqwa adalah melaksanakan seluruh perintah Allah Swt serta meninggalkan seluruh larangan-Nya.
Hidayah mencakup dua bagian yaitu perbuatan taat secara zhahir dan batin serta meninggalkan kemaksiatan secara zhahir dan batin.
Di antara kesempurnaan hidayah adalah menjaga tata krama dalam berinteraksi dengan Allah Swt dan makhlukNya.
Berbuat Taat
Perintah Allah Swt terdiri dari perkara yang fardhu (wajib) dan nafilah (sunnah). Perkara fardhu itu merupakan pokok harta, modal awal berdagang. Dengan modal itu kita bisa meraih keuntungan dan nafilah itulah labanya. Dengan mengerjakan nafilah, keuntungan yang diraih bisa berkali lipat.
Rasulullah Saw bersabda,
إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ».
”Sesungguhnya Allah Swt berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah r.a.)
Wahai penuntut ilmu! Anda tidak akan bisa melaksanakan berbagai perintah Allah Swt terkecuali dengan merasa diri diawasi oleh Allah Swt, baik hati dan anggota badanmu, dalam sekejap dan seluruh hembusan nafasmu sedari pagi hingga petangmu.
Ketahuilah bahwa Allah Swt mengetahui isi hatimu serta mengawasi zhahir dan batinmu, Ia melingkupi seluruh bahaya, kejadian, tindak tandukmu, diam dan gerakmu. Di dalam interaksi dan kesendirianmu, engkau terombang-ambing kekuasaan Allah Swt. Di dalam kerajaan-Nya, tidaklah ada yang tinggal dan bergerak terkecuali Sang Penguasa langit dan bumi menyaksikannya. Dia Maha Mengetahui pengkhianatan yang terlihat oleh mata dan yang disembunyikan oleh hati, serta yang rahasia dan tersembunyi.
Wahai orang yang miskin secara zhahir dan batin di hadapan Allah Swt!
Bersikaplah seperti seorang budak yang hina dan bersalah di hadapan Raja yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa. Berusahalah supaya Tuanmu (Allah Swt) tidak melihatmu dalam laranganNya dan tidak pula kehilanganmu dalam perintahNya.
Anda tidak akan mampu melakukan ini kecuali dengan membagi waktu dan mengatur urusanmu sedari pagi hari sampai malam hari. Peliharalah perintah Allah Swt yang ditujukan kepadamu sejak bangun tidurmu sampai kamu kembali ke tempat tidurmu.
Wallahu al Hadi ila sabili ar Rasyadi
==================================
Dikutip dari Kitab Thariqul Hidayah (Mukhtashar Bidayatul Hidayah) Syaikh Hasan Mu’allim Dawud Hajin Muhammad rahimahullahu ta’ala.

Komentar
Posting Komentar