Langsung ke konten utama

Awal dan Akhir Hidayah serta Berbuat Taat

Syaikh Hasan Mu’allim Dawud Hajin Muhammad rahimahullahu ta’ala menjelaskan sebagai berikut :

Awal dan Akhir Hidayah

Jika Anda bertanya, "Apakah awal hidayah itu, supaya aku mencobanya sendiri?"

Ketahuilah! bahwa awal hidayah itu adalah ketaqwaan secara zhahir dan akhirnya adalah ketaqwaan secara batin. Tidak ada akibat yang baik kecuali dengan ketaqwaan dan tidak ada hidayah kecuali bagi orang-orang yang bertaqwa.

Taqwa adalah melaksanakan seluruh perintah Allah Swt serta meninggalkan seluruh larangan-Nya.

Hidayah mencakup dua bagian yaitu perbuatan taat secara zhahir dan batin serta meninggalkan kemaksiatan secara zhahir dan batin. 

Di antara kesempurnaan hidayah adalah menjaga tata krama dalam berinteraksi dengan Allah Swt dan makhlukNya.


Berbuat Taat

Perintah Allah Swt terdiri dari perkara yang fardhu (wajib) dan nafilah (sunnah). Perkara fardhu itu merupakan pokok harta, modal awal berdagang. Dengan modal itu kita bisa meraih keuntungan dan nafilah itulah labanya. Dengan mengerjakan nafilah, keuntungan yang diraih bisa berkali lipat.

Rasulullah Saw bersabda, 

إِنَّ اللهَ  تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ».

”Sesungguhnya Allah Swt berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah r.a.)

Wahai penuntut ilmu! Anda tidak akan bisa melaksanakan berbagai perintah Allah Swt terkecuali dengan merasa diri diawasi oleh Allah Swt, baik hati dan anggota badanmu, dalam sekejap dan seluruh hembusan nafasmu sedari pagi hingga petangmu.

Ketahuilah bahwa Allah Swt mengetahui isi hatimu serta mengawasi zhahir dan batinmu, Ia melingkupi seluruh bahaya, kejadian, tindak tandukmu, diam dan gerakmu. Di dalam interaksi dan kesendirianmu, engkau terombang-ambing kekuasaan Allah Swt. Di dalam kerajaan-Nya, tidaklah ada yang tinggal dan bergerak terkecuali Sang Penguasa langit dan bumi menyaksikannya. Dia Maha Mengetahui pengkhianatan yang terlihat oleh mata dan yang disembunyikan oleh hati, serta yang rahasia dan tersembunyi.

Wahai orang yang miskin secara zhahir dan batin di hadapan Allah Swt! 

Bersikaplah seperti seorang budak yang hina dan bersalah di hadapan Raja yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa. Berusahalah supaya Tuanmu (Allah Swt) tidak melihatmu dalam laranganNya dan tidak pula kehilanganmu dalam perintahNya.

Anda tidak akan mampu melakukan ini kecuali dengan membagi waktu dan mengatur urusanmu sedari pagi hari sampai malam hari. Peliharalah perintah Allah Swt yang ditujukan kepadamu sejak bangun tidurmu sampai kamu kembali ke tempat tidurmu.

Wallahu al Hadi ila sabili ar Rasyadi

==================================

Dikutip dari Kitab Thariqul Hidayah (Mukhtashar Bidayatul Hidayah) Syaikh Hasan Mu’allim Dawud Hajin Muhammad rahimahullahu ta’ala.    





 


Komentar

Populer di Blog Ini

Agar Cinta Menulis

Mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal yang sangat penting, begitulah pandangan keumuman kita. Bahkan, keahlian seseorang seringkali dihubungkan dengan kecintaannya pada suatu pekerjaan. Mencintai terlebih dulu pekerjaannya, barulah ada garansi untuk menjadi ahli karenanya. Dunia menulis pun tak luput dari pandangan tersebut. Untuk menjadi penulis, biasanya kita menghubungkannya dengan kecintaan seseorang terhadap aktifitas menulis. Misal, ketika seseorang suka menulis sedari kecil, disimpulkanlah bahwa ia berbakat menjadi seorang penulis. Benarkah mesti demikian adanya? Penulis tidak membantah adanya kesukaan seseorang terhadap menulis sedari kecil. Mungkin memang benar demikian adanya. Penulis pun tak menampik bahwa mencintai menulis adalah sesuatu yang penting. Karena, cinta menulis akan membuat kita enjoy bersamanya. Namun, penulis kurang setuju jika cinta menulis merupakan bakat bawaan sedari lahir. Sehingga, ia tak bisa disemai dan ditumbuhkan. Ada dua hal pokok yang b...

Mengawal Gerakan Literasi

sumber gambar : literasi[dot]jabarprov[dot]go[dot]id. Geliat aktifitas literasi dan kepenulisan generasi muslim belakangan ini memang begitu menggairahkan. Hal ini seolah memberikan banyak harapan dan angin segar kebangkitan. Apalagi dengan berbagai kemudahan fasilitas berkarya dan memublikasikannya. Geliat ini bukan sekedar isapan jempol. Karena sebuah tulisan, konon bisa memberikan pengaruh yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan sebuah ucapan. Sehingga sangatlah besar ekspektasi terhadapnya; geliat kepenulisan generasi muslim akan menghantarkan pada geliat kebangkitan Islam.    Sebagaimana aktifitas membaca, sebenarnya aktifitas menulis tidaklah akan menghantarkan pada kebangkitan masyarakat. Karena pada hakikatnya, membaca dan menulis hanyalah bagian dari sarana penyerapan dan penyampaian informasi. Informasi tersebutlah yang akan disimpan sebagai pemikiran di dalam otak kemudian pandangan hidup (aqidah) yang dimiliki setiap insan akan menentukan apakah pe...

Langkah Praktis Menulis Via Blog Mulai dari Nol

Rekan-rekan semua, berikut akan saya paparkan bagaimana tips praktis membuat blog dengan blogger. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut : Bagi yang belum punya email, masuk ke  www.gmail.com Pilih  Buat akun   Isi formulir pada tampilan berikut dan ikuti langkah sampai konfirmasi bahwa email sudah aktif.   Jika email sudah aktif, silahkan masuk ke  www.blogger.com Klik  Tambahkan Akun  pada tampilan berikut : Setelah muncul tampilan di bawah ini,  Masukkan email rekan-rekan semua, sebagai contoh saya masukkan email saya ary.smknkadipaten@gmail.com, klik berikutnya, lalu isikan password email rekan-rekan semua. Pilih Buat Profil Google+ lalu ikuti langkah selanjutnya (saya sarankan memakai identitas sesuai KTP, karena kita sedang membuat kartu nama di dunia maya). Sampai muncul seperti di bawah ini atau yang semisalnya (mungkin tampilan berbeda-beda tergantung lengkapnya langkah yang diambil). Lalu, pilih  Lanjutk...

Total Tayangan