Langsung ke konten utama

Tiga Golongan Penuntut Ilmu

Dalam kitab Thariqul Hidayah (Mukhtashar Bidayatul Hidayah) Syaikh Hasan Mu’allim Dawud Hajin Muhammad menuliskan bahwa ada tiga golongan penuntut ilmu, yaitu:

1. Orang yang menuntut ilmu untuk menambah bekal Akhirat. Dia tak memiliki tujuan dengan ilmunya selain keridhaan Allah Swt dan bekal negeri Akhirat. Inilah orang yang sukses.

2. Orang yang menuntut ilmu untuk membantu kehidupannya saat ini.  Dia menuntut ilmu untuk mendapatkan kemuliaan, kedudukan dan harta. Dia mengetahui merasakan di dalam hatinya bahwa betapa rendah tujuannya. Maka dia termasuk penuntut ilmu yang penuh resiko. Jika ajalnya tiba sebelum ia bertaubat, maka ia dikhawatirkan termasuk su'ul khatimah dan urusannya tetap berada dalam resiko keinginannya. Sedangkan jika ia berhasil bertaubat sebelum ajalnya tiba dan ia menambah ilmu dan amalnya, serta mengoreksi kesalahan yang telah diabaikan olehnya maka ia akan bergabung dengan orang yang sukses. Karena orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak pernah berbuat dosa.

3. Orang yang ketiga adalah orang yang terpedaya oleh setan. Dia menggunakan ilmunya untuk berbanyak-banyak harta, membanggakan kedudukannya dan memperbanyak pengikutnya. Dia menggunakan ilmunya dalam berbagai kesempatan hanya untuk meraih dunia ini. Namun bersamaan dengan itu, terpendam dalam dirinya bahwa ia berada pada kedudukan yang tinggi di sisi Allah Swt, karena ia digelari ulama yang tergambar dalam pakaian dan ucapannya. Padahal secara zahir dan batin, hasrat kuatnya hanyalah untuk dunia. Inilah orang yang celaka, binasa dan terpedaya.
Orang seperti ini tidak ada harapan akan bertaubat karena ia menyangka dirinya termasuk orang yang baik. Ia termasuk yang lalai akan seruan Allah Swt, 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (TQS. Ash Shaff: 2-3)
Dia merupakan orang yang dimaksud dalam sabda Rasulullah Saw, 

إن أخوف ما أخاف على أُمتي الأئمة المضلون

“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan di antara apa-apa yang menakutkan menimpa umatku adalah adanya para pemimpin yang menyesatkan”
(HR. Ahmad) 

إن أخوف ما أخاف على أمتي كل منافق عليم اللسان

“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan di antara apa-apa yang menakutkan menimpa umatku adalah munafik yang pintar berbicara”
(HR. Ahmad)
 
Rasulullah Saw bersabda, “Sungguh selain Dajjal ada yang sangat membuatku khawatir atas umatku.”  Lalu Abu Dzar r.a. bertanya: “Wahai Rasulullah, Apa yang lebih Engkau khawatirkan atas umatmu selain Dajjal?” Beliau menjawab: “Para pemimpin yang menyesatkan.” (HR. Ahmad)

Begitulah jika manusia telah teralihkan pada dunia dalam ucapan dan perbuatannya. Dia akan menjadi penyeru dunia dalam ucapan dan perbuatannya. 
Perbuatan itu lebih fasih dibandingkan ucapan. Karena manusia itu cenderung mendukung perbuatannya dengan ucapannya. Kerusakan yang ia lakukan karena terpedaya perbuatannya lebih banyak dibandingkan kebenaran ucapannya. Dengan demikian ilmunya menjadi sebab orang-orang berani bermaksiat kepada Allah. Akan tetapi dirinya yang bodoh tetap menginginkan dan membayangkan bahwa dirinya adalah orang yang paling baik di antara kebanyakan manusia.

Wahai para penuntut ilmu! 
Jadilah golongan yang pertama! agar menjadi orang yang beruntung. 
Berhati-hatilah dari golongan yang kedua! Betapa banyak orang yang wafat sebelum bertaubat, maka dia menjadi orang yang sangat merugi.
Waspadalah! Waspadalah! termasuk ke dalam kelompok ketiga. Kamu akan terjerumus dalam kebinasaan yang tidak diharapkan keberuntunganmu dan tidak dinantikan kesalehanmu. 
Wallahu a’lamu bisshawwaab.
===========================
Disarikan dari Kitab Thariqul Hidayah (Mukhtashar Bidayatul Hidayah) Syaikh Hasan Mu’allim Dawud Hajin Muhammad rahimahullahu ta’ala.      







Komentar

Populer di Blog Ini

Agar Cinta Menulis

Mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal yang sangat penting, begitulah pandangan keumuman kita. Bahkan, keahlian seseorang seringkali dihubungkan dengan kecintaannya pada suatu pekerjaan. Mencintai terlebih dulu pekerjaannya, barulah ada garansi untuk menjadi ahli karenanya. Dunia menulis pun tak luput dari pandangan tersebut. Untuk menjadi penulis, biasanya kita menghubungkannya dengan kecintaan seseorang terhadap aktifitas menulis. Misal, ketika seseorang suka menulis sedari kecil, disimpulkanlah bahwa ia berbakat menjadi seorang penulis. Benarkah mesti demikian adanya? Penulis tidak membantah adanya kesukaan seseorang terhadap menulis sedari kecil. Mungkin memang benar demikian adanya. Penulis pun tak menampik bahwa mencintai menulis adalah sesuatu yang penting. Karena, cinta menulis akan membuat kita enjoy bersamanya. Namun, penulis kurang setuju jika cinta menulis merupakan bakat bawaan sedari lahir. Sehingga, ia tak bisa disemai dan ditumbuhkan. Ada dua hal pokok yang b...

Mengawal Gerakan Literasi

sumber gambar : literasi[dot]jabarprov[dot]go[dot]id. Geliat aktifitas literasi dan kepenulisan generasi muslim belakangan ini memang begitu menggairahkan. Hal ini seolah memberikan banyak harapan dan angin segar kebangkitan. Apalagi dengan berbagai kemudahan fasilitas berkarya dan memublikasikannya. Geliat ini bukan sekedar isapan jempol. Karena sebuah tulisan, konon bisa memberikan pengaruh yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan sebuah ucapan. Sehingga sangatlah besar ekspektasi terhadapnya; geliat kepenulisan generasi muslim akan menghantarkan pada geliat kebangkitan Islam.    Sebagaimana aktifitas membaca, sebenarnya aktifitas menulis tidaklah akan menghantarkan pada kebangkitan masyarakat. Karena pada hakikatnya, membaca dan menulis hanyalah bagian dari sarana penyerapan dan penyampaian informasi. Informasi tersebutlah yang akan disimpan sebagai pemikiran di dalam otak kemudian pandangan hidup (aqidah) yang dimiliki setiap insan akan menentukan apakah pe...

Langkah Praktis Menulis Via Blog Mulai dari Nol

Rekan-rekan semua, berikut akan saya paparkan bagaimana tips praktis membuat blog dengan blogger. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut : Bagi yang belum punya email, masuk ke  www.gmail.com Pilih  Buat akun   Isi formulir pada tampilan berikut dan ikuti langkah sampai konfirmasi bahwa email sudah aktif.   Jika email sudah aktif, silahkan masuk ke  www.blogger.com Klik  Tambahkan Akun  pada tampilan berikut : Setelah muncul tampilan di bawah ini,  Masukkan email rekan-rekan semua, sebagai contoh saya masukkan email saya ary.smknkadipaten@gmail.com, klik berikutnya, lalu isikan password email rekan-rekan semua. Pilih Buat Profil Google+ lalu ikuti langkah selanjutnya (saya sarankan memakai identitas sesuai KTP, karena kita sedang membuat kartu nama di dunia maya). Sampai muncul seperti di bawah ini atau yang semisalnya (mungkin tampilan berbeda-beda tergantung lengkapnya langkah yang diambil). Lalu, pilih  Lanjutk...

Total Tayangan