Adapun uslub kedua dakwah Al Quran adalah al Mau'izhah al Hasanah yakni peringatan yang indah. Hal itu adalah dengan menggabungkan dua perkara:
Pertama: Menyentuh perasaan manusia ketika menyeru akal mereka.
Kedua: Membangkitkan pemikiran mereka ketika menyeru perasaan mereka. Sehingga pemikiran mereka menjadi sangat bersemangat terhadap apa yang didakwahkan. Kemudian mendorong mereka untuk beramal dengannya serta karenanya.
Al Quran telah menjalankan metode ini. Al Quran menyeru akal dan membangkitkan perasaan pada saat yang bersamaan:
Contoh Pertama:
Allah Swt berfirman,
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (TQS. Al A'raf: 179)
Contoh Kedua:
Allah Swt berfirman,
إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا
لِّلطَّٰغِينَ مَـَٔابًا
لَّٰبِثِينَ فِيهَآ أَحْقَابًا
لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا
إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا
جَزَآءً وِفَاقًا
Artinya:
"Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,
lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,
mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,
mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
selain air yang mendidih dan nanah,
sebagai pambalasan yang setimpal." (TQS. An Naba: 21-26)
Wallahu a'lamu bishshawwaab.
=========================
Dikutip dari Taisir al Wushul ila Sabili ar Rasul karya Syaikh Muhammad Ahmad An Nadi hafizhahullahu ta'ala

Komentar
Posting Komentar