Langsung ke konten utama

Anak Kecil Tidak Disanksi Sampai Dia Baligh


Dari Aisyah r.a., Rasulullah Saw bersabda, “Diangkat pena dari tiga golongan: Orang yang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai dia baligh dan orang gila sampai sembuh.” (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud, An Nasa'i’). Sedangkan di dalam riwayat Ahmad: “(dari) anak kecil sampai ihtilam (mimpi basah).” Dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al Hakim, Ibnu Hazm, Abdul Haq, Ibnu Al ‘Arabi dan Al Albani. Dihasankan oleh An Nawawi namun dishahihkan dengan seluruh jalur periwayatannya sebagaimana dihasankan oleh Ibnu Qayyim sedangkan sanadnya hasan.  


Beberapa Faidah Hadits:

  1. Berdasarkan syariah, anak kecil tidak disanksi sampai dia baligh. Karena taklif hukum tidak berlaku terhadap golongan yang tertera dalam hadits di atas.

  2. Begitu pula dengan orang yang tidur dan gila sampai dia tersadar.

  3. Kasih sayang Allah terhadap anak kecil karena usianya yang masih kecil.

  4. Keadilan Islam terhadap anak kecil karena akalnya belum sempurna. 

  5. Para pendidik harus memperhatikan usia muridnya ketika memberikan sanksi. Harus penuh kasih sayang dan empati atas berbagai kesalahan muridnya. Terlebih lagi terhadap anak kecil (yang belum baligh).

  6. Kemampuan berpikir anak-anak itu beragam tergantung pada usianya. Oleh karena itu, para pendidik (termasuk orang tua) harus memperhatikan hal tersebut ketika mengajar dan mendidik anak.

  7. Larangan pemberian sanksi terhadap anak kecil atau harus disertai kelembutan ketika memberikannya bukan berarti tidak ada pengarahan dan bimbingan terhadapnya. 

  8. As Sindi berkata: “Diangkat pena merupakan kata kiasan bahwa tidak dicatat dosa mereka yang kondisinya sebagaimana dalam hadits. Namun tidak meniadakan berlakunya sebagian hukum yang bersifat duniawi dan ukhrawi bagi mereka semisal jaminan atas kerusakan dan sebagainya. 

  9. Pendapat yang shahih adalah bahwasanya anak kecil itu tetap diberi pahala ketika melaksanakan shalat serta berbagai amal baik lainnya. Adapun yang dimaksud dengan diangkat pena adalah tiada pencatatan atas dosa (amal buruk) bukan tiada pencatatan amal baik, sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Khuzaimah dan yang lainnya. 


Wallahu a'lamu bishshawwaab.

================================================

Sumber : al 'Arba'una al Jiyad fi Tarbiyati al-Aulad, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad al Huwaithan


Komentar

Populer di Blog Ini

Agar Cinta Menulis

Mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal yang sangat penting, begitulah pandangan keumuman kita. Bahkan, keahlian seseorang seringkali dihubungkan dengan kecintaannya pada suatu pekerjaan. Mencintai terlebih dulu pekerjaannya, barulah ada garansi untuk menjadi ahli karenanya. Dunia menulis pun tak luput dari pandangan tersebut. Untuk menjadi penulis, biasanya kita menghubungkannya dengan kecintaan seseorang terhadap aktifitas menulis. Misal, ketika seseorang suka menulis sedari kecil, disimpulkanlah bahwa ia berbakat menjadi seorang penulis. Benarkah mesti demikian adanya? Penulis tidak membantah adanya kesukaan seseorang terhadap menulis sedari kecil. Mungkin memang benar demikian adanya. Penulis pun tak menampik bahwa mencintai menulis adalah sesuatu yang penting. Karena, cinta menulis akan membuat kita enjoy bersamanya. Namun, penulis kurang setuju jika cinta menulis merupakan bakat bawaan sedari lahir. Sehingga, ia tak bisa disemai dan ditumbuhkan. Ada dua hal pokok yang b...

Mengawal Gerakan Literasi

sumber gambar : literasi[dot]jabarprov[dot]go[dot]id. Geliat aktifitas literasi dan kepenulisan generasi muslim belakangan ini memang begitu menggairahkan. Hal ini seolah memberikan banyak harapan dan angin segar kebangkitan. Apalagi dengan berbagai kemudahan fasilitas berkarya dan memublikasikannya. Geliat ini bukan sekedar isapan jempol. Karena sebuah tulisan, konon bisa memberikan pengaruh yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan sebuah ucapan. Sehingga sangatlah besar ekspektasi terhadapnya; geliat kepenulisan generasi muslim akan menghantarkan pada geliat kebangkitan Islam.    Sebagaimana aktifitas membaca, sebenarnya aktifitas menulis tidaklah akan menghantarkan pada kebangkitan masyarakat. Karena pada hakikatnya, membaca dan menulis hanyalah bagian dari sarana penyerapan dan penyampaian informasi. Informasi tersebutlah yang akan disimpan sebagai pemikiran di dalam otak kemudian pandangan hidup (aqidah) yang dimiliki setiap insan akan menentukan apakah pe...

Langkah Praktis Menulis Via Blog Mulai dari Nol

Rekan-rekan semua, berikut akan saya paparkan bagaimana tips praktis membuat blog dengan blogger. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut : Bagi yang belum punya email, masuk ke  www.gmail.com Pilih  Buat akun   Isi formulir pada tampilan berikut dan ikuti langkah sampai konfirmasi bahwa email sudah aktif.   Jika email sudah aktif, silahkan masuk ke  www.blogger.com Klik  Tambahkan Akun  pada tampilan berikut : Setelah muncul tampilan di bawah ini,  Masukkan email rekan-rekan semua, sebagai contoh saya masukkan email saya ary.smknkadipaten@gmail.com, klik berikutnya, lalu isikan password email rekan-rekan semua. Pilih Buat Profil Google+ lalu ikuti langkah selanjutnya (saya sarankan memakai identitas sesuai KTP, karena kita sedang membuat kartu nama di dunia maya). Sampai muncul seperti di bawah ini atau yang semisalnya (mungkin tampilan berbeda-beda tergantung lengkapnya langkah yang diambil). Lalu, pilih  Lanjutk...

Total Tayangan