Langsung ke konten utama

Hak Anak atas Ayahnya dalam Pemenuhan Kebutuhannya


Abdullah bin ‘Amr bin Ash r.a. berkata, Rasulullah Saw bersabda, “dan sesungguhnya anakmu memiliki hak atas dirimu.” (HR. Muslim)

Ummu Salamah r.a. berkata, ‘Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah Saw, apakah aku mendapatkan pahala dalam urusan anak-anak Abu Salamah? Aku menafkahi mereka dan aku tidak akan meninggalkan mereka ketika begini dan begitu hanya karena mereka anak-anakku.” Rasulullah Saw menjawab, “Benar, engkau akan mendapatkan pahala dalam urusan mereka atas apa yang engkau nafkahkan kepada mereka.” (HR. Bukhari, Muslim).


Beberapa Faidah Hadits:

  1. Seorang anak memiliki hak atas ayahnya dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya, semisal makanan, pakaian dan tempat tinggal.
  2. Di antara hak anak atas ayahnya adalah dididik dengan akhlak yang baik dan agama yang benar.
  3. Di antara hak anak atas ayahnya adalah diajari beberapa perkara pokok agama yang ia butuhkan.
  4. Di dalam hadits terdapat kalimat “haqqan” yang berbentuk nakirah. Hal ini berarti mencakup berbagai hak yang wajib dipenuhi oleh ayah terhadap anak-anaknya sebagaimana tercantum dalam Al Quran dan As Sunnah.
  5. Betapa besar pahala orang tua atas nafkah yang dikeluarkan untuk anak-anak mereka.
  6. Tidak membiarkan anak mengemis kepada orang lain, karena masih tanggung jawab orang yang menafkahi mereka.
  7. Begitu pula dengan pahala karena mendidik anak-anak, mengajarkan dan mengupayakan agama dan akhlak yang baik bagi mereka. Bahkan ini yang lebih penting.
  8. Ayah wajib menanggung nafkah anak-anaknya secara keseluruhan. Apabila dia wafat atau mengalami kesulitan, maka ibu ikut menanggungnya. Jika kondisi ibunya kaya sedangkan anak-anaknya fakir.
  9. Sebagaimana kakek yang kaya wajib menanggung nafkah cucu-cucunya yang fakir.


Wallahu a'lamu bishshawwab.

================================================

Sumber : al 'Arba'una al Jiyad fi Tarbiyati al-Aulad, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad al Huwaithan


Komentar

Populer di Blog Ini

Agar Cinta Menulis

Mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal yang sangat penting, begitulah pandangan keumuman kita. Bahkan, keahlian seseorang seringkali dihubungkan dengan kecintaannya pada suatu pekerjaan. Mencintai terlebih dulu pekerjaannya, barulah ada garansi untuk menjadi ahli karenanya. Dunia menulis pun tak luput dari pandangan tersebut. Untuk menjadi penulis, biasanya kita menghubungkannya dengan kecintaan seseorang terhadap aktifitas menulis. Misal, ketika seseorang suka menulis sedari kecil, disimpulkanlah bahwa ia berbakat menjadi seorang penulis. Benarkah mesti demikian adanya? Penulis tidak membantah adanya kesukaan seseorang terhadap menulis sedari kecil. Mungkin memang benar demikian adanya. Penulis pun tak menampik bahwa mencintai menulis adalah sesuatu yang penting. Karena, cinta menulis akan membuat kita enjoy bersamanya. Namun, penulis kurang setuju jika cinta menulis merupakan bakat bawaan sedari lahir. Sehingga, ia tak bisa disemai dan ditumbuhkan. Ada dua hal pokok yang b...

Mengawal Gerakan Literasi

sumber gambar : literasi[dot]jabarprov[dot]go[dot]id. Geliat aktifitas literasi dan kepenulisan generasi muslim belakangan ini memang begitu menggairahkan. Hal ini seolah memberikan banyak harapan dan angin segar kebangkitan. Apalagi dengan berbagai kemudahan fasilitas berkarya dan memublikasikannya. Geliat ini bukan sekedar isapan jempol. Karena sebuah tulisan, konon bisa memberikan pengaruh yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan sebuah ucapan. Sehingga sangatlah besar ekspektasi terhadapnya; geliat kepenulisan generasi muslim akan menghantarkan pada geliat kebangkitan Islam.    Sebagaimana aktifitas membaca, sebenarnya aktifitas menulis tidaklah akan menghantarkan pada kebangkitan masyarakat. Karena pada hakikatnya, membaca dan menulis hanyalah bagian dari sarana penyerapan dan penyampaian informasi. Informasi tersebutlah yang akan disimpan sebagai pemikiran di dalam otak kemudian pandangan hidup (aqidah) yang dimiliki setiap insan akan menentukan apakah pe...

Langkah Praktis Menulis Via Blog Mulai dari Nol

Rekan-rekan semua, berikut akan saya paparkan bagaimana tips praktis membuat blog dengan blogger. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut : Bagi yang belum punya email, masuk ke  www.gmail.com Pilih  Buat akun   Isi formulir pada tampilan berikut dan ikuti langkah sampai konfirmasi bahwa email sudah aktif.   Jika email sudah aktif, silahkan masuk ke  www.blogger.com Klik  Tambahkan Akun  pada tampilan berikut : Setelah muncul tampilan di bawah ini,  Masukkan email rekan-rekan semua, sebagai contoh saya masukkan email saya ary.smknkadipaten@gmail.com, klik berikutnya, lalu isikan password email rekan-rekan semua. Pilih Buat Profil Google+ lalu ikuti langkah selanjutnya (saya sarankan memakai identitas sesuai KTP, karena kita sedang membuat kartu nama di dunia maya). Sampai muncul seperti di bawah ini atau yang semisalnya (mungkin tampilan berbeda-beda tergantung lengkapnya langkah yang diambil). Lalu, pilih  Lanjutk...

Total Tayangan