Langsung ke konten utama

Kasih Sayang Terhadap Anak-anak Dan Memperhatikan Karakter Usia Mereka

Dari Abdullah bin Syaddad dari ayahnya r.a., ia berkata: ”Rasulullah Saw keluar menemui kami untuk melaksanakan salah satu dari dua shalat sore hari, dan beliau membawa Hasan atau Husain. Nabi Saw maju dan meletakkan anak tersebut, kemudian beliau bertakbir untuk shalat. Lalu beliau shalat dan ketika sedang sujud, beliau memperpanjang sujudnya. Ayahku berkata, "Aku mengangkat kepalaku dan ternyata anak tersebut berada di punggung Rasulullah Saw saat beliau sedang sujud. Maka aku kembali sujud." Setelah Rasulullah Saw menyelesaikan shalatnya, orang-orang bertanya, "Wahai Rasulullah, engkau memperpanjang sujudmu di tengah shalatmu hingga kami mengira ada sesuatu yang terjadi, atau wahyu diturunkan kepadamu." Beliau Saw bersabda, "Tidak ada yang seperti itu, tetapi cucuku menaikiku, dan aku tidak ingin mengganggunya hingga ia menyelesaikan kebutuhannya." (HR. An Nasa’i, dishahihkan oleh Al Hakim dan Al Albani. Sanad haditsnya shahih).


Menaikiku : menjadikanku sebagai tunggangan baginya dengan naik ke punggungku


Beberapa Faidah Hadits:

  1. Di antara ajaran Islam adalah berkasih sayang terhadap anak-anak.

  2. Disyariatkan agar menemani anak-anak ke tempat ibadah untuk membiasakan mereka. Tidak mengapa juga mengajak mereka ke masjid selama mereka bermain dengan aman serta berada di bawah pengawasan orang tua mereka.

  3. Memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain sesuai kebutuhannya tanpa menghalangi atau membuat tidak nyaman orang di sekitarnya.

  4. Para pendidik harus memperhatikan karakteristik anak-anak yang banyak bergerak, bermain dan sebagainya.

  5. Pendisiplinan yang terus-terusan terhadap anak-anak bukanlah metode pendidikan yang baik.

  6. Menyeimbangkan pendidikan anak dengan ketegasan dan permainan merupakan metode pendidikan yang baik. 

Wallahu a'lamu bishshawwab.

==========================

Sumber : al 'Arba'una al Jiyad fi Tarbiyati al-Aulad, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad al Huwaithan


Komentar

Populer di Blog Ini

Agar Cinta Menulis

Mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal yang sangat penting, begitulah pandangan keumuman kita. Bahkan, keahlian seseorang seringkali dihubungkan dengan kecintaannya pada suatu pekerjaan. Mencintai terlebih dulu pekerjaannya, barulah ada garansi untuk menjadi ahli karenanya. Dunia menulis pun tak luput dari pandangan tersebut. Untuk menjadi penulis, biasanya kita menghubungkannya dengan kecintaan seseorang terhadap aktifitas menulis. Misal, ketika seseorang suka menulis sedari kecil, disimpulkanlah bahwa ia berbakat menjadi seorang penulis. Benarkah mesti demikian adanya? Penulis tidak membantah adanya kesukaan seseorang terhadap menulis sedari kecil. Mungkin memang benar demikian adanya. Penulis pun tak menampik bahwa mencintai menulis adalah sesuatu yang penting. Karena, cinta menulis akan membuat kita enjoy bersamanya. Namun, penulis kurang setuju jika cinta menulis merupakan bakat bawaan sedari lahir. Sehingga, ia tak bisa disemai dan ditumbuhkan. Ada dua hal pokok yang b...

Mengawal Gerakan Literasi

sumber gambar : literasi[dot]jabarprov[dot]go[dot]id. Geliat aktifitas literasi dan kepenulisan generasi muslim belakangan ini memang begitu menggairahkan. Hal ini seolah memberikan banyak harapan dan angin segar kebangkitan. Apalagi dengan berbagai kemudahan fasilitas berkarya dan memublikasikannya. Geliat ini bukan sekedar isapan jempol. Karena sebuah tulisan, konon bisa memberikan pengaruh yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan sebuah ucapan. Sehingga sangatlah besar ekspektasi terhadapnya; geliat kepenulisan generasi muslim akan menghantarkan pada geliat kebangkitan Islam.    Sebagaimana aktifitas membaca, sebenarnya aktifitas menulis tidaklah akan menghantarkan pada kebangkitan masyarakat. Karena pada hakikatnya, membaca dan menulis hanyalah bagian dari sarana penyerapan dan penyampaian informasi. Informasi tersebutlah yang akan disimpan sebagai pemikiran di dalam otak kemudian pandangan hidup (aqidah) yang dimiliki setiap insan akan menentukan apakah pe...

Langkah Praktis Menulis Via Blog Mulai dari Nol

Rekan-rekan semua, berikut akan saya paparkan bagaimana tips praktis membuat blog dengan blogger. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut : Bagi yang belum punya email, masuk ke  www.gmail.com Pilih  Buat akun   Isi formulir pada tampilan berikut dan ikuti langkah sampai konfirmasi bahwa email sudah aktif.   Jika email sudah aktif, silahkan masuk ke  www.blogger.com Klik  Tambahkan Akun  pada tampilan berikut : Setelah muncul tampilan di bawah ini,  Masukkan email rekan-rekan semua, sebagai contoh saya masukkan email saya ary.smknkadipaten@gmail.com, klik berikutnya, lalu isikan password email rekan-rekan semua. Pilih Buat Profil Google+ lalu ikuti langkah selanjutnya (saya sarankan memakai identitas sesuai KTP, karena kita sedang membuat kartu nama di dunia maya). Sampai muncul seperti di bawah ini atau yang semisalnya (mungkin tampilan berbeda-beda tergantung lengkapnya langkah yang diambil). Lalu, pilih  Lanjutk...

Total Tayangan