Langsung ke konten utama

Menasihati dan Tidak Menipu Orang yang Diurus

Ma’qil bin Yasar al Muzanni r.a. ketika sakit menjelang wafatnya berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang Allah serahi untuk mengurusi rakyat, lalu dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya (orang yang diurusnya), terkecuali Allah akan mengharamkan surga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim dengan lafazh dari Muslim. Dalam riwayat Bukhari : ”Tidak memberikan perlindungan dengan nasihat yang baik.”   

Beberapa faidah hadits:

  1. Kewajiban bagi orang yang diserahi oleh Allah tanggung jawab kepemimpinan untuk memberikan nasihat yang baik untuk orang yang diurusnya.

  2. Pemimpin dilarang menipu rakyatnya (orang yang diurusnya).

  3. Ancaman keras bagi orang yang mengabaikan hak-hak orang yang berada di bawah tanggung jawabnya serta menipu mereka.

  4. Seorang pendidik bertanggung jawab atas anak didiknya.

  5. Pemimpin tidak cukup hanya mengurusi kebutuhan sandang dan pangan rakyatnya semata, tetapi yang jauh lebih penting dari itu berupa agama dan akhlak.

  6. Kalimat “Allah akan mengharamkan surga baginya” mengandung dua makna: 1) Dimustahilkan masuk surga. Karena penipuan terhadap rakyatnya membuatnya diharamkan masuk surga dan kekal di neraka. 2) Tidak dimustahilkan masuk surga. Hanya saja pada awalnya tercegah dari masuk surga meski kemudian akan masuk juga bersama orang-orang beriman. Imam An Nawawi berkata bahwa khithab (seruan) pada hadits tersebut bermakna teguran dan ancaman yang sangat keras.

  1. Larangan menyembunyikan ilmu. 

  2. Mengenai masalah menyembunyikan ilmu. Tidak setiap ilmu yang diketahui harus disebarkan, meskipun itu kebenaran dan merupakan ilmu syariah yang bermanfaat dalam memahami hukum. Ilmu tersebut terbagi; (pertama) ada yang memang wajib disebarkan, dan itu mayoritas ilmu syariah. (kedua) ada juga yang tidak dituntut untuk disebarkan secara mutlak, atau tidak dituntut untuk disebarkan karena keadaan, waktu, atau orang tertentu. Demikian yang dikatakan oleh Al-Syathibi."


Wallahu a'lamu bishshawwab.

================================================

Sumber : al 'Arba'una al Jiyad fi Tarbiyati al-Aulad, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad al Huwaithan


Catatan:

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits sebelumnya bahwa orang tua (Ayah dan Ibu) adalah pemimpin di keluarga. 

Ayah sebagai pimpinan keluarga bertanggung jawab atas seluruh anggota keluarganya. Begitu pula seorang ibu bertanggung jawab atas anak-anaknya. 

Tanggung jawab terhadap anggota keluarga itu bukanlah hanya memperhatikan makan, minum, tempat tinggal dan pakaiannya saja. Namun lebih penting dari itu, para orang tua khususnya ayah, harus memperhatikan pendidikan agama dan akhlak anak-anaknya. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan nasihat-nasihat yang baik untuk anak-anaknya. 

Orang tua tidak boleh mengabaikan anak-anaknya atau memberikan berbagai petuah yang tidak berpijak pada keimanan dan ketaatan kepada Allah Swt. Jika larangan ini dilabrak sungguh ancaman siksaannya sangatlah keras. 

Adapun mengenai perkara menyembunyikan ilmu dan hubungannya dengan pendidikan anak adalah bahwa anak itu dididik dengan pemahaman Islam sesuai dengan usianya. Bahkan ada ilmu syariah yang tidak perlu disampaikan atau hanya bisa disampaikan ketika anak sudah cukup usia dan membutuhkannya. Wallahu a'lamu bishshawwab. 

      


Komentar

Populer di Blog Ini

Agar Cinta Menulis

Mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal yang sangat penting, begitulah pandangan keumuman kita. Bahkan, keahlian seseorang seringkali dihubungkan dengan kecintaannya pada suatu pekerjaan. Mencintai terlebih dulu pekerjaannya, barulah ada garansi untuk menjadi ahli karenanya. Dunia menulis pun tak luput dari pandangan tersebut. Untuk menjadi penulis, biasanya kita menghubungkannya dengan kecintaan seseorang terhadap aktifitas menulis. Misal, ketika seseorang suka menulis sedari kecil, disimpulkanlah bahwa ia berbakat menjadi seorang penulis. Benarkah mesti demikian adanya? Penulis tidak membantah adanya kesukaan seseorang terhadap menulis sedari kecil. Mungkin memang benar demikian adanya. Penulis pun tak menampik bahwa mencintai menulis adalah sesuatu yang penting. Karena, cinta menulis akan membuat kita enjoy bersamanya. Namun, penulis kurang setuju jika cinta menulis merupakan bakat bawaan sedari lahir. Sehingga, ia tak bisa disemai dan ditumbuhkan. Ada dua hal pokok yang b...

Mengawal Gerakan Literasi

sumber gambar : literasi[dot]jabarprov[dot]go[dot]id. Geliat aktifitas literasi dan kepenulisan generasi muslim belakangan ini memang begitu menggairahkan. Hal ini seolah memberikan banyak harapan dan angin segar kebangkitan. Apalagi dengan berbagai kemudahan fasilitas berkarya dan memublikasikannya. Geliat ini bukan sekedar isapan jempol. Karena sebuah tulisan, konon bisa memberikan pengaruh yang lebih besar dan lebih lama dibandingkan sebuah ucapan. Sehingga sangatlah besar ekspektasi terhadapnya; geliat kepenulisan generasi muslim akan menghantarkan pada geliat kebangkitan Islam.    Sebagaimana aktifitas membaca, sebenarnya aktifitas menulis tidaklah akan menghantarkan pada kebangkitan masyarakat. Karena pada hakikatnya, membaca dan menulis hanyalah bagian dari sarana penyerapan dan penyampaian informasi. Informasi tersebutlah yang akan disimpan sebagai pemikiran di dalam otak kemudian pandangan hidup (aqidah) yang dimiliki setiap insan akan menentukan apakah pe...

Langkah Praktis Menulis Via Blog Mulai dari Nol

Rekan-rekan semua, berikut akan saya paparkan bagaimana tips praktis membuat blog dengan blogger. Mari kita ikuti langkah-langkah berikut : Bagi yang belum punya email, masuk ke  www.gmail.com Pilih  Buat akun   Isi formulir pada tampilan berikut dan ikuti langkah sampai konfirmasi bahwa email sudah aktif.   Jika email sudah aktif, silahkan masuk ke  www.blogger.com Klik  Tambahkan Akun  pada tampilan berikut : Setelah muncul tampilan di bawah ini,  Masukkan email rekan-rekan semua, sebagai contoh saya masukkan email saya ary.smknkadipaten@gmail.com, klik berikutnya, lalu isikan password email rekan-rekan semua. Pilih Buat Profil Google+ lalu ikuti langkah selanjutnya (saya sarankan memakai identitas sesuai KTP, karena kita sedang membuat kartu nama di dunia maya). Sampai muncul seperti di bawah ini atau yang semisalnya (mungkin tampilan berbeda-beda tergantung lengkapnya langkah yang diambil). Lalu, pilih  Lanjutk...

Total Tayangan