Sikap kaum kafir dalam mengabaikan dan meninggalkan Al-Qur'an (Mahjuran) diungkapkan dalam beberapa Ayat Al Quran, antara lain :
1. Menolak dan Mendustakan Al-Qur'an.
Kaum kafir menolak kebenaran Al-Qur'an, menganggapnya sebagai kebohongan atau sihir, bahkan mendustakan bahwa Al-Qur'an sebagai wahyu dari Allah SWT. Allah Swt berfirman:
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَـٰذَآ إِلَّآ إِفۡكٌ ٱفۡتَرَىٰهُ وَأَعَانَهُۥ عَلَيۡهِ قَوۡمٌ ءَاخَرُونَ
"Dan orang-orang kafir berkata, 'Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain.'"
(TQS. Al Furqan: 4)
Hal ini menunjukkan bahwa mereka menuduh Al-Qur'an sebagai hasil karangan Rasulullah atau diajarkan oleh orang lain kepada Rasulullah serta bukan wahyu dari Allah SWT.
2. Mengolok-olok dan Menghina Al-Qur'an.
Orang-orang kafir sering kali merendahkan, mengejek, dan mengolok-olok ayat-ayat Al-Qur'an. Mereka tidak pernah menghormati ayat Al Quran dan bahkan menyebarkan kebencian terhadapnya. Allah Swt berfirman,
وَإِذَا عَلِمَ مِنۡ ءَايَٰتِنَا شَيۡـٔٗا ٱتَّخَذَهَا هُزُوٗا
"Dan apabila dia mengetahui sesuatu dari ayat-ayat Kami, dia menjadikannya bahan ejekan." (TQS. Al-Jatsiyah: 9)
Ayat ini menggambarkan bagaimana kaum kafir bukan hanya mengabaikan Al-Qur'an tetapi juga menjadikannya bahan ejekan dan hinaan.
3. Menutup Hati dan Telinga Mereka.
Kaum kafir menutup diri dari mendengarkan Al-Qur'an. Mereka menolak untuk membuka hati dan pikiran terhadap kebenaran yang disampaikan dalam Al-Qur'an. Allah Swt berfirman,
وَقَالُواْ قُلُوبُنَا فِيٓ أَكِنَّةٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ وَفِيٓ ءَاذَانِنَا وَقۡرٞ وَمِنۢ بَيۡنِنَا وَبَيۡنِكَ حِجَابٞ
"Dan mereka berkata, 'Hati kami berada dalam tutupan dari apa yang kamu seru kami kepadanya, dan di telinga kami ada sumbatan, dan antara kami dan kamu ada dinding (pemisah).'" (TQS. Fushshilat: 5)
Menurut Imam Al-Qurthubi, ayat ini mengungkapkan sikap keras kepala dan penolakan kaum kafir Quraisy terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW. Mereka seolah-olah berkata bahwa hati mereka tertutup rapat dari apa yang Nabi sampaikan, telinga mereka disumbat sehingga tidak bisa mendengar kebenaran, dan di antara mereka dan Nabi ada penghalang yang memisahkan, seolah-olah tidak ada jalan bagi mereka untuk menerima hidayah.
Sikap ini mencerminkan kebebalan mereka, keras kepala mereka yang dengan sengaja menolak mendengar ayat-ayat Al-Qur'an.
4. Membuat Kebisingan untuk Menghalangi Pendengaran Al-Qur'an.
Sebagian dari kaum kafir juga berusaha menghalangi orang lain untuk mendengarkan Al-Qur'an dengan membuat kebisingan atau gaduh ketika Al-Qur'an dibacakan. Ini bertujuan agar pesan Al-Qur'an tidak sampai kepada orang-orang.
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَسۡمَعُواْ لِهَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ وَٱلۡغَوۡاْ فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَغۡلِبُونَ
"Dan orang-orang yang kafir berkata, 'Janganlah kamu mendengarkan Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).'"
(TQS. Fushshilat: 26)
Menurut beberapa riwayat, sebab turunnya ayat ini adalah ketika tokoh-tokoh kafir Quraisy seperti Abu Jahal, An-Nadhar bin Al-Harits, dan lainnya. Mereka memerintahkan orang-orang agar membuat kebisingan atau melakukan hal-hal yang mengalihkan perhatian ketika Nabi Muhammad SAW membaca Al-Qur'an. Mereka menyuruh orang-orang untuk bersorak, bertepuk tangan, atau membuat suara gaduh lainnya agar orang-orang tidak mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan terpengaruh olehnya.
Mereka sengaja membuat gangguan agar orang-orang tidak mendengar dan terpengaruh oleh Al-Qur'an.
Sikap-sikap ini menunjukkan bentuk-bentuk "Mahjuran" (pengabaian dan penolakan) Al-Qur'an oleh kaum kafir di masa Nabi Muhammad SAW. Mereka tidak hanya meninggalkan Al-Qur'an dalam hal tidak membacanya, tetapi secara aktif menolak, mendustakan, dan menghalangi orang lain untuk mendengarkan atau mengamalkan ajaran Al-Qur'an. Na'udzu billahi min dzalik wala haula wala quwwata illa billah.

Komentar
Posting Komentar